Pada awal hubungan, pasangan biasanya merasakan fase romantis atau honeymoon phase, ketika semuanya terasa menyenangkan. Setelah itu mulai muncul perilaku kasar yang awalnya mungkin hanya berupa bentakan, tamparan, atau bentuk kekerasan ringan.
Ketika korban mulai terluka, pelaku kemudian meminta maaf, menunjukkan penyesalan, hingga kembali bersikap sangat perhatian. Situasi tersebut membuat korban percaya bahwa pasangannya telah berubah sehingga memilih bertahan.
Tapi, setelah hubungan kembali membaik, kekerasan justru muncul lagi dengan intensitas yang semakin meningkat. Ini yang perlu diperhatikan.
"Biasanya memang ada fase rekonsiliasi, pelaku meminta maaf, kemudian hubungan kembali mesra. Setelah itu kekerasan terjadi lagi. Siklus seperti ini terus berulang, sehingga hubungan bisa bertahan sampai bertahun-tahun," ujarnya.
Menurut Stephani, eskalasi kekerasan dalam hubungan abusif umumnya berlangsung secara bertahap. Korban mungkin awalnya hanya mengalami kekerasan ringan, tetapi lama-kelamaan bentuk kekerasan menjadi semakin berat.