"Kami sangat kehilangan atas kepergian Ainia, kami sangat kehilangan. Saat ini kami menyiapkan penghormatan terakhir dan membantu keluarga untuk pemakamannya," ujar Martian dalam pesan singkat.
Adapun kepastian Ainia meninggal dalam kecelakaan itu juga disampaikan Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan saat menyampaikan daftar jenazah korban kecelakaan kereta di Bekasi yang telah diidentifikasi. Salah satu identitas yang disebut yakni Ainia.
"Jenazah dengan nomor PM 010 teridentifikasi melalui data primer yakni sidik jari dan data sekunder yakni properti dan medis, cocok dengan AM 008 sebagai Nur Ainia Eka Rahmadhyna, 32 tahun, beralamat Tambun Selatan, Bekasi," ujar Nyoman.
Diketahui, Polda Metro Jaya mencatat terdapat 15 orang meninggal dunia imbas kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026) malam.
Insiden bermula saat taksi Green SM terhenti di tengah pelintasan sebidang Jalur Pelintasan Langsung (JPL) 85 kawasan Bulakkapal. Rangkaian KRL relasi Bekasi-Cikarang pun menabrak taksi tersebut.
Petugas lalu memberhentikan rangkaian KRL lain dengan kode Perjalanan Luar Biasa (PLB) 5568 arah Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.
Akan tetapi, KA Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berhenti dan menabrak KRL yang berhenti di peron Stasiun Bekasi Timur.