Ia juga menyampaikan salam dari Menko Infrastruktur AHY dan Menteri Pekerjaan Umum kepada masyarakat Sambas, sekaligus memastikan adanya pembangunan lanjutan.
“Insya Allah akan ada pembangunan lanjutan. Termasuk sisa 1,4 kilometer, kita akan upayakan dan perjuangkan di era Presiden Prabowo dan di era Bupati Sambas saat ini,” kata Herzaky.
Mewakili Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Kepala BPJN Kalimantan Barat Chandra Syah Parmance menyampaikan bahwa rampungnya proyek ini menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam memperkuat konektivitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menjelaskan, proyek tersebut merupakan paket Inpres Jalan Daerah berdasarkan Inpres Nomor 11 Tahun 2025 di era Presiden Prabowo. Berbeda dengan sebelumnya, perencanaan IJD kini dilakukan untuk lima tahun sekaligus, yakni 2025-2029, guna menghindari pekerjaan berulang.
Dengan nilai proyek mencapai Rp18,9 miliar, Chandra menekankan bahwa kualitas menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan pembangunan.
“Ini bukan superman, melainkan super tim. Dukungan Bupati, Forkopimda, hingga Staf Khusus Kemenko Infrastruktur membuat proyek ini selesai dalam waktu relatif singkat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti dampak signifikan pembangunan jalan tersebut, baik secara teknis maupun sosial. Tingkat kemantapan jalan meningkat dari 23 persen menjadi 82 persen, waktu tempuh berkurang drastis, dan distribusi barang menjadi lebih lancar.
“Kebahagiaan Pak Kades tadi adalah kepuasan tertinggi bagi kami. Itu bukti bahwa semua pengorbanan tidak sia-sia,” katanya.
Bupati Sambas, Satono, mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun sebagai bentuk rasa syukur dan terima kasih kepada negara.
“Doakan mereka yang sudah memberi atensi kepada masyarakat Sambas, agar ke depan bisa berbuat lebih banyak dan lebih baik untuk rakyat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi peran Staf Khusus Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Herzaky Mahendra Putra, yang dinilainya aktif mengawal dan membantu proses pengusulan pembangunan jalan tersebut hingga mendapat tindak lanjut dari pemerintah pusat.
Peresmian Jalan Sungai Sapah-Sepadak diawali dengan tarian penyambutan khas daerah dan ditandai dengan pemotongan batang bambu sebagai tradisi masyarakat setempat oleh Staf Khusus Herzaky. Acara kemudian ditutup dengan penyerahan sekitar 200 paket beras kepada masyarakat.