Lalu, DH pun mengumpulkan informasi terkait kediaman hingga membuntuti korban demi mendapatkan informasi selanjutnya.
"DH melakukan pencarian rumah korban, nggak bisa ditemukan, karena kartu nama alamat tidak lengkap. Sehingga mereka ke kantor korban, dari tengah malam mereka membuntuti dari kantor korban," tutur dia.
Oleh karena itu, antara korban dan pelaku tidak saling mengenal. MIP menjadi korban acak para pelaku penculikan dan pembunuhan.
"Bahwa korban adalah acak, acaknya berawal dari K ini sebar mencari kacab yang bisa didapati, namun dapat datanya jadi data ini diberikan kepada DH," kata Abdul.