Emrus menilai partai politik berideologi nasionalis berpotensi menang dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Sedangkan untuk calon presiden, dia meyakini nama Jokowi dan Prabowo Subianto masih teratas dan akan bersaing ketat.
"PDIP, Golkar, NasDem atau partai baru dengan ideologi nasionalis seperti Perindo kelihatannya akan memenangkan pemilu legislatif. Partai dengan garis ideologi kepercayaan saya pikir belum dan belum pernah menjadi pemenang setelah reformasi," ujarnya.
Berdasarkan hasil survei elektabilitas Indo Barometer yang dirlis pada awal desember 2017, Jokowi unggul di atas Parbowo. Dari 23 tokoh yang disajikan, mantan gubernur DKI Jakarta itu menempati posisi pertama dengan 34,9 persen dan Prabowo hanya 12,1 persen. Bahkan Indo Barometer juga merilis survei head to head antara Jokowi dengan Prabowo, seperti pada Pilpres 2014. Hasilnya, Jokowi masih unggul jauh.
"Dukungan publik terhadap Jokowi sebanyak 50,9 persen dan Prabowo sebanyak 20,8 persen. Warga tidak menjawab 28,3 persen," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari di Jakarta, Minggu (3 Desember 2017).
Hasil serupa juga ditunjukan lembaga survei lain, yakni Polmark. Pada 18 Desember tahun lalu, hasil survei menunjukkan elektabilitas Jokowi sekitar 41 persen dan Prabowo hanya 15,9 persen.