Jokowi Ungkap Sempat Ditekan untuk Lockdown: Saya Semedi 3 Hari untuk Putuskan

Raka Dwi Novianto
Presiden Joko Widodo (tangkapan layar)

JAKARTA, iNews.id -Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan dirinya sempat mendapat tekanan untuk melakukan lockdown pada awal pandemi Covid-19. Tekanan itu dia dapatkan bukan hanya dari menterinya saja, tapi juga dari DPR dan partai politik.

Hal itu disampaikan Jokowi pada Rapat Koordinasi Nasional Transisi Penanganan Covid dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Kamis (26/1/2023).

"Pada saat memutuskan lockdown atau nggak lockdown, rapat menteri 80 persen 'Pak lockdown karena semua negara melakukan itu'. Nggak dari DPR, nggak dari partai, semuanya (minta) lockdown," kata Jokowi.

Menurut Jokowi, jika pada saat itu dirinya tidak kuat menerima tekanan tersebut, maka keputusan keliru bakal keluar.

"Tekanan-tekanan seperti itu pada saat mengalami krisis dan kita tidak jernih, kita tergesa-gesa, kita grasak-grusuk, bisa salah, bisa keliru," ujar Jokowi.

Jokowi menilai jika saat itu dirinya memerintahkan lockdown, maka dampaknya akan dirasakan rakyat. Kebijakan itu bisa berujung timbulnya kerusuhan.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jangan Panik! Ebola Tidak Gampang Menular seperti Covid-19

57 tahun lalu

KUR BRI Bantu Warung Asep Bangkit Lagi, Jadi Penyelamat saat Usaha Terpuruk

57 tahun lalu

Thailand Temukan Varian Baru Virus Corona, Berbahayakah?

57 tahun lalu

Puan Minta Pemerintah Tak Anggap Sepele Hantavirus, Jangan Sampai Terulang Seperti Covid-19

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal