JK Sarankan Anies Pilih Cawapres Bukan Hanya Berdasarkan Popularitas, Begini Kriterianya

Raka Dwi Novianto
Wakil Presiden ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) memberikan saran soal kriteria calon wakil presiden (cawapres) yang bisa dipilih Anies Baswedan. (Foto: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Wakil Presiden ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) memberikan saran soal kriteria calon wakil presiden (cawapres) yang bisa dipilih Anies Baswedan. Menurut JK, memilih cawapres bukan hanya dari popularitasnya.

Seperti diketahui Anies Baswedan sudah diumumkan sebagai bakal calon presiden dari Partai Nasdem. JK pun mencontohkan sosok-sosok wapres lain seperti Boediono dan Ma'ruf Amin.

"Wakil itu dinilai pertama bukan popularitas tapi dinilai bagaimana dia pengalaman membantu presiden. Coba lihat semuanya. Saya dua kali wapres. Pak Boediono, Pak Kiai (Ma’ruf Amin) pernah kampanye gak? Enggak pernah. Harus tadi harus bekerja dengan baik, sehingga dilihat ini. Harus menilai bisa bekerja sama atau bisa membantu," kata JK, Sabtu (29/10/2022).

Menurut JK, cawapres yang baik tidak harus dinilai dari elektabilitas survei saja. Tapi dinilai dari kinerjanya selama ini untuk bangsa.

"Tentu kalau dalam pemilu ya. Tapi orang elektabilitas dilihat dari apa yang dikerjakannya sekarang. Itu harus tapi orang akan menilai dia sanggup bekerja tidak," kata JK.

Maka dari itu, JK meminta masyarakat untuk tidak asal memilih capres dan cawapres yang populer. Tapi harus memiliki kriteria yang baik sebagai pemimpin.

"Begini, yang kita harapkan memilih, jangan, bukan nama, bukan siapa. Tapi masih kita bisa bikin suatu kriteria yang baik dulu. Tawarkan ke masyarakat," ucapnya.

Kriteria itu, kata JK antara lain yakni sosok pemimpin harus dapat memimpin bangsa menuju kemakmuran dan adil.

"Pertama tentu apa yang kita inginkan? Pemimpin yang dapat membawa bangsa ini maju makmur dan adil. Itu dulu. Setuju kan?" kata JK.

Kedua, lanjut JK, cawapres harus memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat dan punya pengalaman yang baik 

"Leadershipnya harus kuat, punya kemampuan, punya pengalaman. Karena kalau tidak punya pengalaman tingkat kecerdasan kemampuan yang cukup baik, tidak perlu terlalu pintar tapi tingkat intelektualnya baik," tuturnya.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bareskrim Limpahkan Laporan terhadap Abu Janda-Grace Natalie terkait Ceramah JK ke Polda Metro

57 tahun lalu

Pertemuan Prabowo - Jusuf Kalla di Istana: Bahas Energi Hijau & Target Ekonomi 8%

57 tahun lalu

Bertemu di Istana, Prabowo dan JK Bahas Swasembada Energi hingga Pertumbuhan 8 Persen

57 tahun lalu

Bertemu Prabowo, Jusuf Kalla Siap Percepat Pembangunan Green Energy

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal