JK Instruksikan Penegak Hukum Cari Napi Kabur dari Lapas Sulteng

Felldy Aslya Utama
Wakil Presiden Jusuf Kalla. (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah sudah memberikan waktu kepada narapidana (napi) yang kabur dari lembaga pemasyarakatan (lapas) di Sulawesi Tengah (Sulteng) segera menyerahkan diri. Pemerintah juga menginstruksikan kepada penegak hukum untuk menindaklanjuti napi yang tidak menyerahkan diri.

"Nanti dicari (napi yang kabur)," ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla usai menghadiri peringatan ke-14 HUT DPD di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, (1/10/2018).

Pria yang biasa disapa JK ini menuturkan, persoalan napi kabur berkaitan dengan bencana alam bukan terjadi kali ini saja. Sebelumnya juga pernah ketika terjadi bencana tsunami di Aceh.

"Itu memang sama kayak yang terjadi di Aceh dulu tsunami karena penjaranya juga kena, mereka lari," ucapnya.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami mendata ada 1.425 orang dari 3.220 tahanan yang kabur pascabencana gempa dan tsunami mengguncang Sulawesi Tengah (Sulteng). Jumlah tersebut berasal dari delapan rumah tahanan di Sulawesi Tengah yang terdampak gempa dan tsunami.

Sri Puguh mencatat, delapan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang terdampak gempa dan tsunami antara lain, Lapas Palu, Rutan Palu, Rutan Donggala, Rutan Parigi, Rutan Poso, Bapas Palu, LPKA Palu, dan LPP Palu.

“Sebelum kejadian terdapat 3.220 napi, kapasitas 1059. Keseluruhan hunian 3.220 tahanan, namun hingga pagi ini total tahanan yang berada di luar berjumlah 1.425 tahanan,” kata Sri Puguh di Jakarta, Senin (1/10/2018).

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa M7,8 Filipina Tewaskan 46 Orang, Korban Hilang Juga Bertambah

57 tahun lalu

Korban Tewas Gempa M7,8 Filipina Jadi 37 Orang, 400 Lebih Luka

57 tahun lalu

Update Gempa Besar M7,8 di Filipina: 32 Orang Tewas, Sejumlah Bangunan Roboh

57 tahun lalu

BMKG Catat Tsunami Terjang Sejumlah Wilayah di RI usai Gempa M7,7 Filipina, Tertinggi 0,75 Meter 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal