JK Ingatkan Risiko jika Defisit APBN di Atas 3 Persen, Apa Itu?

Tangguh Yudha
Wapres ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla usai menggelar pertemuan dengan sejumlah guru besar, peneliti hingga praktisi pemerintahan, Minggu (15/3/2026) malam. (Foto: Tangguh Yudha)

JAKARTA, iNews.id - Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) mengingatkan adanya risiko apabila defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) diperlebar hingga di atas 3 persen. Menurutnya, semakin besar defisit anggaran maka beban pembayaran cicilan utang dan bunga juga akan meningkat.

Kondisi itu berpotensi membuat porsi utang terhadap anggaran semakin besar dan dapat membahayakan keberlanjutan fiskal nasional.

"Makin besar defisit juga itu ada risikonya nanti, bahwa pembayaran cicilan dan bunga makin tinggi. Jadi persentase utang kepada anggaran itu makin besar, dan kalau utang makin besar, bisa maksimum kan 40 persen, bisa mencapai 50 persen, dan itu sangat berbahaya untuk kelanjutan hidup," kata JK, Minggu (15/3/2026) malam.

Meski demikian, dia menilai dalam kondisi ekonomi saat ini pemerintah sulit menjaga defisit tetap di bawah 3 persen, terutama jika harga minyak dunia naik sehingga subsidi energi ikut meningkat.

JK mengatakan kenaikan harga minyak dan beban subsidi akan membuat defisit semakin melebar. Dampaknya, ruang fiskal pemerintah untuk membiayai pembangunan menjadi semakin terbatas.

"Begitu defisit makin besar, kapasitas untuk pembangunan makin kecil. Itu harus diperbaiki," tutur dia.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
Nasional
20 jam lalu

JK Kumpulkan Akademisi, Soroti Penurunan Kemampuan Fiskal Daerah

Nasional
1 hari lalu

Guru Besar dan Peneliti Berkumpul di Rumah JK Sore Ini, Bahas Defisit Anggaran Daerah

Nasional
2 hari lalu

JK Bandingkan Kasus Aktivis KontraS Andrie Yunus dengan Novel Baswedan, Minta Polisi Bertindak

Nasional
3 hari lalu

Sejumlah Mantan Dubes Temui JK, Bahas Situasi Timur Tengah hingga Board of Peace

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal