"Setiap harinya kami sediakan sekitar 160 porsi. Layanan ini kami siapkan dalam 3-4 hari terakhir. Jelang puncak haji, jemaah haji lansia perlu asupan makanan yang menambah stamina," kata dia.
Inisiatif memasak bubur, kata Fajri, merupakan salah satu upaya menyukseskan Program Haji Ramah Lansia yang diusung Kementerian Agama (Kemenag). "Di sektor satu ada 22.841 jemaah dan sekitar 6.300-an lansia. Ada lansia yang memang masih bisa makan katering dan ada yang membutuhkan bubur," kata Fajri.
Fajri menjelaskan, petugas sektor memasak bubur satu kali pada waktu sore hari. Setelah matang, bubur langsung dikemas dalam mangkok plastik untuk didistribusikan langsung ke kamar jemaah. "Karena kami membuatnya dengan penuh cinta, bubur ini pun kami beri nama Bubur Cinta Lansia," ucapnya.
Fajri mengaku telah melakukan koordinasi dengan tim kesehatan, sehingga bubur tidak hanya didistribusikan ke peserta haji secara door to door ke kamar jemaah, tetapi juga didistribusikan untuk mereka yang sakit.
"Beberapa hari terakhir ada dorongan jemaah haji dari Madinah, pada saat itu banyak yang kelelahan, perhatian kami pada jemaah yang dirujuk di klinik satelit, ada jemaah yang belum sempat terkena makanan layak, bubur ini menjadi solusi, " kata dia.
Abdul Latif,98, jemaah asal Kabupaten Bogor mengaku bubur yang disajikan enak. Latif mengaku selalu menghabiskan bubur yang dikirim petugas.
"Enak buburnya," kata Abdul Latif saat menyuap bubur yang baru dibagikan petugas dan diamini istrinya Saomah yang juga lansia berusia 89 tahun.