Jejak Sejarah Pendidikan di Indonesia, Berawal dari Sekolah Katolik di Maluku

Ajeng Wirachmi
Tim Litbang MPI
Suasana sekolah di zaman penjajahan. (Foto: Istimewa/KITLV)

Pola pendidikan yang diberikan Belanda terkesan membatasi dan tidak memberikan kesempatan bagi masyarakat pribumi untuk mendapatkan pendidikan sepadan. Karena itu, Ki Hadjar yang bernama asli Raden Mas Soewardi Soeryaningrat ini mendirikan sekolah Taman Siswa pada 1922 di Yogyakarta. 

Melalui lembaga pendidikan tersebut, dia berharap bahwa kesempatan dan hak pendidikan bagi kaum pribumi bisa dinikmati secara merata dan sama, tanpa membeda-bedakan antara kaum priyayi dan masyarakat biasa. 

Ki Hadjar Dewantara kemudian dikenal sebagai Bapak Pendidikan Indonesia dan dianugerahi gelar Pahlawan Pergerakan Nasional melalui Surat Keputusan Presiden Nomor 305 Tahun 1959.

Tokoh pendidikan lain yang juga terkenal adalah RA Kartini. Baginya, pendidikan adalah alat yang ampuh untuk memajukan pendidikan sebuah bangsa. Ia menyuarakan kesetaraan gender.

Menurutnya perempuan harus mendapatkan pendidikan yang layak, sama seperti kaum pria. RA Kartini pun mendirikan sekolah yang diikuti oleh kaum perempuan pribumi.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
2 hari lalu

Bahlil Pastikan 30 Persen Tenaga Kerja Proyek Gas Abadi Masela Warga Maluku

3 hari lalu

Prabowo Yakin Proyek Gas Abadi Masela Mampu Dongkrak Kemakmuran Rakyat

6 hari lalu

Hasil Kajian: Biaya Pendidikan Ideal di RI Rp18 Juta per Anak per Tahun

13 hari lalu

Generasi AI Dimulai dari Bangku SD, Mengapa Critical Thinking Jadi Kunci?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal