Jalan hidup serdadu kelahiran Simargala, Silaen, Tapanuli Utara, Sumatera Utara itu ternyata tak lepas dari keterkaitannya dengan raja intelijen Indonesia, Leonardus Benyamin Moerdani alias Benny Moerdani.
Tamat dari SMAK 1 Penabur, Bandung, Luhut memilih jalur militer sebagai pelabuhan pendidikan selanjutnya. Pada 1967 anak karyawan Caltex ini masuk Akabri Darat. Masa-masa pendidikan amat berat di Lembah Tidar Magelang dilaluinya dengan mulus.
Luhut lulus pada 1970 dengan predikat mentereng, Adhi Makayasa alias alumnus terbaik. Pria kelahiran 28 September 1947 selanjutnya masuk kecabangan infanteri dan ditempa Korps Baret Merah. Kala itu Kopassus masih bernama Korps Pasukan Sandhi Yudha alias Kopassandha.
Karier militernya mula-mula Komandan Peleton I/A Group 1 Para Komando Kopassandha (1971), kemudian berturut-turut diplot sebagai Komandan Peleton Batalyon Siliwangi di Kalimantan Barat untuk Operasi Pemberantasan dan Penumpasan PGRS/Paraku (1972) dan Komandan Kompi A Group 1 Para Komando Kopassandha (1973).
Serdadu yang pernah mengenyam pendidikan Royal Army Special Air Service (SAS) di Inggris itu juga tercatat pernah menjadi ajudan Danjen Kopassus Yogie S Memet hingga Komandan Kompi Pasukan Pemburu Kopasshanda dalam Operasi Seroja di Timor Timur (kini Timor Leste).