"Bagaimana kita lebih kompetitif dalam hal misalnya industri tekstil, industri garmen, industri sepatu. Bagaimana kemudian kita menyatukan persepsi bahwa kita harus juga berpikir untuk berkompetisi di tingkat global. Karena persaingan bisnis kita tidak bisa hanya, hanya mengandalkan captive market di dalam negeri," ungkap Prasetyo.
Padahal, Indonesia juga unggul untuk berkompetisi di tingkat global.
"Sementara beberapa negara tetangga lain mengambil pangsa pasar tersebut, yang sebenarnya itu merupakan keunggulan kompetitif negara kita juga," katanya.
Sebelumnya, Prabowo bertemu dengan 22 pengusaha Apindo di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Senin (9/2/2026) malam. Pertemuan yang berlangsung sejak pukul 18.50 hingga 22.00 WIB itu berjalan hangat dan penuh semangat kebersamaan.
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menekankan pentingnya sektor industri memberikan manfaat nyata bagi rakyat serta menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya.
Prabowo juga menekankan pentingnya semangat Indonesia Incorporated, yakni kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan guna memperkuat daya saing nasional serta mempercepat pembangunan ekonomi.