JAKARTA, iNews.id - Timses Ganjar-Mahfud, Islah Bahrawi menilai proses demokrasi lewat Pemilihan Umum (Pemilu) bisa runtuh lewat money politic atau politik uang hingga kecurangan. Orang yang mengaku demokratis bisa memotong demokrasi.
“Dia membuntungi demokrasi secara perlahan entah lewat manipulatif. Entah lewat money politic, entah lewat kecurangan, kecurangan, kecurangan,” ungkap Islah saat Dialog Spesial Rakyat Bersuara: Hak Angket dan Simsalabim Suara, bersama Aiman Witjaksono yang disiarkan secara langsung oleh iNews, Selasa (27/2/20224) malam.
Islah juga mengatakan orang-orang yang bisa merobohkan bangunan demokrasi adalah orang yang berada di dalam demokrasi.
“Artinya apa? Orang yang akan merugikan bangunan demokrasi yang kita elu-elukan ini itu adalah orang-orang yang berada di dalam dunia demokrasi sendiri," ujarnya.
Islah pun mengingatkan tentang praktik demokrasi di Indonesia. Dimulai dari Gibran Rakabuming Raka lolos menjadi Calon Wakil Presiden (Cawapres), kemudian intimidasi yang dilakukan oleh aparatur negara.