Pada tahun 2029, ia memperkirakan inisiatif ini akan menurunkan tingkat pengangguran di negara tersebut menjadi sekira empat persen.
Ada tiga strategi yang diusulkan Ganjar untuk mewujudkan hal tersebut, yaitu meningkatkan sentra produksi bahan pokok, menyeimbangkan keseimbangan ekspor-impor pangan, dan mempercepat kinerja birokrasi dalam memantau ketersediaan pasokan dan permintaan.
Ganjar Pranowo menyatakan niatnya untuk mengakhiri kemiskinan yang belum terpecahkan dengan menerapkan inisiatif program pemerintah yang berfokus pada investasi keluarga.
Ganjar biasa disapa itu berupaya menyempurnakan data penerima manfaat program jaring pengaman sosial yang belum lengkap. Ia kemudian bermaksud memperluas jangkauan BPJS.
Pendanaan jaring pengaman sosial akan meningkat menjadi Rp300 triliun pada tahun 2029 dari Rp166 triliun pada tahun 2024.