"Kemitraan ini menunjukkan komitmen Takeda untuk memperluas akses terhadap PODP sekaligus mendukung pembangunan ekosistem plasma yang berkelanjutan di Indonesia," ujar Ramy.
Dia menambahkan, pengalaman global Takeda di bidang terapi berbasis plasma diharapkan dapat membantu Indonesia meningkatkan layanan kesehatan, memperkuat ketersediaan terapi penyelamat nyawa, sekaligus menciptakan lapangan kerja berketerampilan tinggi.
Pembangunan ekosistem plasma nasional juga mencakup pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan tenaga kesehatan dan teknisi laboratorium, penerapan standar mutu serta regulasi internasional, hingga transfer teknologi di bidang pengumpulan plasma dan biofarmasi.
Selain membangun jaringan bank plasma, Takeda bersama pemerintah juga akan mengkaji kelayakan pembangunan fasilitas manufaktur produk obat derivat plasma berteknologi tinggi di Indonesia. Apabila terealisasi, fasilitas tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga berpotensi memasok pasar global dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri kesehatan dunia.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani menilai proyek tersebut bukan hanya menghadirkan investasi baru, tetapi juga membuka peluang transfer teknologi dan pengembangan kapasitas nasional.