Indonesia akan Terlibat bila Terjadi Konflik Militer AS–Tiongkok

iNews
Amerika Serikat bersama Israel menyerang Iran, Sabtu (28/2/2026). Konflik AS-Israel vs Iran hingga kini masih memanas. (Foto: AP)

Konflik AS vs Tiongkok

Melihat alur penggunaan kekuatan militer AS dalam agresi terhadap Venezuela dan Iran, kedua negara itu dapat dipandang sebagai ajang uji coba. Washington seolah membandingkan kemampuan alutsista militernya yang berteknologi tinggi sekaligus mengukur waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan "mission".

Kenekatan Trump ini menciptakan rasa takut di berbagai negara. Selain itu, operasi militer tersebut juga dapat menjadi tolok ukur jika AS suatu saat melakukan serangan terbatas terhadap Tiongkok tanpa menggunakan senjata nuklir.

AS kini diyakini memiliki tingkat kepercayaan diri lebih tinggi untuk menghadapi konflik terbatas dengan Tiongkok setelah merasa mampu mengatasi sistem pertahanan udara negara tersebut di Venezuela dan Iran.

Kini, Tiongkok telah menyampaikan peringatan serius. Beijing menegaskan, jika diserang oleh AS, mereka akan membalas. Jika dihancurkan, mereka akan menghancurkan balik. Bahkan jika diserang dengan senjata nuklir, Tiongkok menyatakan akan membalas dengan serangan nuklir pula. Tiongkok diketahui memiliki 61 rudal nuklir antarbenua terbaru, yakni BST-61.

Implikasi bila Konflik AS–Tiongkok Pecah

Dalam analisis intelijen, kajian biasanya berujung pada prediksi. Dalam hal ini, sangat mungkin terjadi perang terbatas antara Amerika Serikat dan Tiongkok di Laut China Selatan setelah perang dengan Iran selesai. AS tidak menyukai klaim sepihak Tiongkok atas Laut China Selatan karena kawasan tersebut merupakan jalur vital perdagangan dunia atau Sea Lines of Communication (SLOC).

Dalam konteks ini, Indonesia sangat mungkin ikut terdampak. Pasalnya, AS akan membutuhkan pangkalan Angkatan Udara sebagai titik transit atau pangkalan aju, seperti Halim, Natuna, Pontianak, Morotai, dan Biak bagi pesawat tempur maupun pembom mereka.

Dua tahun lalu, Indonesia dan AS juga pernah menggelar latihan gabungan Super Garuda Shield 2025. Latihan militer terbesar antara TNI dan militer AS itu berlangsung pada 25 Agustus hingga 4 September 2025 dengan melibatkan lebih dari 6.500 personel dari 11 negara.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
Internasional
6 jam lalu

Diancam Trump karena Tolak Bantu Serang Iran, Spanyol: Kami Bukan Bawahan AS

Buletin
7 jam lalu

Berusaha Masuk Selat Hormuz, 10 Kapal Tanker Dihantam Rudal Iran

Internasional
13 jam lalu

Dilaporkan Tewas dalam Serangan AS-Israel, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Muncul ke Publik

Internasional
13 jam lalu

Ngeri! Iran Ancam Hancurkan Fasilitas Nuklir Israel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal