Menurutnya, pihak Ahmad Bahar justru menggiring opini tentang trauma psikologis yang dialami anaknya. Dia mengatakan Ahmad Bahar justru sengaja menutup mata terhadap dampak destruktif dari tindakan digital mereka sendiri terhadap keluarga orang lain.
“Fakta serangan digital, konten kebencian yang diproduksi Ahmad Bahar tidak hanya menyerang figur Pak Hercules secara personal, tetapi sudah menyasar ranah domestik dengan melakukan doxing (penyebaran informasi pribadi secara ilegal) terhadap istri Pak Hercules,” ungkapnya.
“Akibat dari penyebaran informasi pribadi dan narasi rendahan tersebut, istri Pak Hercules mengalami trauma berat. Tindakan doxing ini adalah pelanggaran privasi serius yang nyata-nyata mengintimidasi ruang aman sebuah keluarga,” imbuh dia.
Dia menilai, Ahmad Bahar melalui berbagai konten digitalnya secara terbuka melakukan provokasi dan menantang debat Hercules.
“Namun, ketika hendak ditemui untuk bertabayun dan meminta pertanggungjawaban atas trauma yang menimpa istri Pak Hercules, Ahmad Bahar justru bersikap tidak gentleman dengan bersembunyi dan kabur dari tempat,” katanya.