Ichsanuddin Noorsy: Fundamental Ekonomi Indonesia Rapuh karena Bergantung pada Dolar AS

Rizky Agustian
Pakar ekonomi politik Ichsanuddin Noorsy. (Foto: iNews)

Dia pun mengingatkan pentingnya memperkuat fondasi ekonomi nasional yang bertumpu pada kekuatan domestik agar tidak terlalu bergantung pada faktor eksternal.

"Kalau Indonesia bersandar pada khayalan, ya Anda masuk dalam ekonomi khayalan yang tak pernah kokoh," katanya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai, pelemahan rupiah yang belakangan terjadi saat ini belum memberikan dampak terhadap perlambatan aktivitas ekonomi masyarakat. 

Purbaya menyebut, ketika ekonomi suatu negara tengah menguat, maka mata uang negara tersebut juga nantinya akan menguat. Menurutnya, kebijakan pemerintah saat ini diarahkan untuk memperkuat ekonomi domestik, sehingga akan menciptakan pertumbuhan di jangka menengah hingga panjang. 

"Jadi, prospek ekonomi kita kuat, dan pelemahan rupiah belum menimbulkan dampak yang menghambat aktivitas ekonomi kita," ujar Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31/5/2026).

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Purbaya Pede Rupiah Kembali Menguat 2-3 Bulan ke Depan

57 tahun lalu

Purbaya Nilai Pelemahan Rupiah Belum Hambat Aktivitas Ekonomi RI

57 tahun lalu

BI Buka Suara soal Rupiah Nyaris Sentuh Rp17.900 per Dolar AS

57 tahun lalu

Airlangga Ungkap Perbedaan Pelemahan Rupiah Sekarang dan Era Krisis 98, Apa Itu?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal