Peristiwa tragis ini menyisakan duka mendalam setelah diketahui korban sempat meninggalkan surat perpisahan untuk sang ibu. Sebelumnya, beredar informasi bahwa siswa SD Ngada bunuh diri diduga karena tekanan ekonomi dan ketidakmampuan membeli perlengkapan sekolah berupa buku dan pena.
Menanggapi kasus tersebut, Bupati Ngada Raymundus Bena menegaskan penyebab siswa SD Ngada bunuh diri tidak bisa disimpulkan secara sederhana hanya karena faktor ekonomi atau ketidakmampuan membeli alat tulis.
“Dari laporan tertulis yang saya terima, latar belakang kehidupannya cukup kompleks. Dari kecil ditinggalkan ayahnya, tinggal dengan nenek, dan kondisi ekonomi keluarga yang berat,” ujar Bupati Ngada kepada iNews TV, Rabu (4/2/2026).
Raymundus Bena menjelaskan, setelah menerima laporan kejadian, pemerintah daerah langsung membentuk tim internal yang melibatkan berbagai perangkat daerah, mulai dari PMD, Dinas Pendidikan, hingga Dukcapil untuk melakukan pendalaman.
Bupati juga menepis anggapan bahwa siswa SD Ngada bunuh diri semata-mata karena tidak mampu membeli buku atau alat tulis.