Penjelasan medis tersebut diduga tidak diterima oleh keluarga pasien. Salah satu anggota keluarga disebut berbicara dengan nada tinggi dan mengaku sebagai anggota DPRD TTU.
Tidak lama kemudian, seorang pria lain masuk ke ruang IGD dan menyampaikan protes dengan nada keras. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pria tersebut mengaku sebagai anggota DPRD Komisi III berinisial RT.
Selain itu, diduga terdapat pula anggota DPRD berinisial TL dan seorang warga berinisial VL yang berada di lokasi saat kejadian.
Di tengah situasi itu, Dokter Icha tetap berupaya menjelaskan kondisi pasien serta alasan medis atas tindakan yang diambil sesuai prosedur. Namun, penjelasan tersebut diduga tetap tidak diterima.
Dokter Icha kemudian disebut merasa tertekan, syok hingga menangis. Peristiwa itu disebut menjadi awal tekanan berat yang dialami dokter muda tersebut.