Gus Yahya Tegaskan 3 Jabatan di PBNU Tak Boleh Nyaleg: Rais Aam, Ketum, dan Waketum

Widya Michella
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan ada 3 jabatan di lembaganya yang tidak boleh maju sebagai caleg. (Foto: MPI)

JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menegaskan ada 3 jabatan di lembaganya yang tidak boleh maju sebagai calon anggota legislatif atau caleg. Dia menegaskan hal itu bersifat mandataris.

Gus Yahya menjelaskan 3 jabatan yang dimaksud yaitu rais aam, ketua umum (ketum), dan wakil ketua umum (waketum). Ketiga pemegang jabatan itu dilarang nyaleg karena memiliki tanggung jawab tertinggi dalam organisasi.

"Kalau bukan mandataris, pengurus yang lain boleh, silakan. Yang enggak boleh itu mandataris saja. Mandataris itu rais aam, ketua umum, dan wakil ketua umum gak boleh. Selebihnya boleh," kata Gus Yahya di Kantor PBNU, Jakarta, Jumat (15/9/2023).

Dia pun memperbolehkan pengurus PBNU memberikan pernyataan politik. Namun pernyataan tersebut merupakan opini pribadi bukan atas nama organisasi NU. 

"Yang penting tidak boleh membuat pernyataan atas nama lembaga, kecuali hasil rapat dan permusyawaratan, itu yang penting. Ya tinggal bagaimana dia nanti kalau melanggar tentu nanti ada sanksi organisasi terkait pengatasnamaan lembaga di luar norma yang ada," ucapnya.

Soal urusan rangkap jabatan juga akan dibahas dalam forum Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Konbes NU) 2023 yang akan digelar pada 18-20 September 2023. 

Salah satu membahas revisi serta penambahan beberapa pasal baru dalam perkum tentang rangkap jabatan. Sebab di dalam perkum tentang rangkap jabatan hasil Konbes 2022 belum menempatkan secara lebih rinci mengenai rangkap jabatan.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
12 hari lalu

KH Zulfa Mustofa Buka Suara Namanya Masuk Bursa Ketum PBNU

14 hari lalu

Menlu dan Ketua MPR Bawa Delegasi PBNU-Muhammadiyah Hadiri Pemakaman Ali Khamenei di Iran

18 hari lalu

Said Aqil: Kebangkitan Umat Dimulai dari Penguatan Iman yang Hakiki

21 hari lalu

Golkar Ajak NU Perkuat Peran Jadi Penyeimbang: Nasihatnya Dibutuhkan Negara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal