Guru Besar UI: Hapus Kemiskinan Bukan dengan Bansos, tapi Perluas Lapangan Kerja

Giffar Rivana
Sejumlah guru besar dan akademisi dari berbagai universitas se-Jabodetabek menyatakan sikap dalam "Seruan Salemba 2024" (foto: MPI)

"Para pengajar dibebani berbaga penilaian, sementara substansi dan profesionalisme pendidik terabaikan, setiap tahun prestasi pelajar kita dalam sains, matematika dan bahasa semakin merosot," ujar Valina.

"Di perguruan tinggi, jarang ada capaian mencolok dalam bidang sains, teknologi, kesehatan, dan sosial-humaniora karena pembatasan ruang gerak ilmuwan dan dana, sehingga tidak dapat menjawab kebutuhan kemanusiaan dan peradaban," tambahnya.

Dia melanjutkan, banyak intimidasi terhadap sivitas akademika menyuarakan sikap, khususnya yang mengkritik pemerintah.

"Termasuk intimidasi, seperti yang menimpa para guru besar di berbagai universitas khususnya di Jawa Tengah usai menyatakan sikapnya," kata Valina.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Heboh Unggahan SUMA UI soal LGBT, UI Tegaskan Bukan Sikap Resmi Kampus

57 tahun lalu

Luhut Ungkap Bansos Nanti Tak Lagi Barang: Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang

57 tahun lalu

Prabowo Perintahkan Sinkronisasi Data Bansos, Fokus Pengentasan Kemiskinan di 88 Daerah

57 tahun lalu

Tegas! Mensos Coret 11.000 Penerima Bansos yang Main Judol Tahun Ini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal