Alfan menambahkan, yang paling mengkhawatirkan adalah anak-anak sekolah. Mereka tetap mengikuti proses belajar dalam kondisi udara yang tercemar abu vulkanis.
“Di daerah saya saja ada sekitar 4 sekolah. Mereka menghirup abu karena masker yang dibagikan hanya masker kain biasa. Itu gampang tembus,” katanya.
Dia menyebut masker dari PMI lebih berkualitas, namun jumlahnya sangat terbatas. Alfan berharap pemerintah segera mengirimkan masker medis agar pelajar dan warga tidak mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Menurut laporan petugas Pos Pengamatan Gunung Marapi di Bukittinggi Ahmad Rifandi, letusan pada Selasa pagi mengeluarkan kolom abu berwarna putih hingga kelabu pekat dengan arah sebaran ke tenggara.
“Erupsi Gunung Marapi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 7,9 mm dan durasi 59 detik,” kata Rifandi dalam laporan tertulisnya.