“Pranata sosial kita gagal, pranata agama gagal, pranata budaya gagal. Pemerintah provinsi gagal, kabupaten juga gagal. Ini orang mati karena miskin, bukan karena bencana,” ujarnya.
“Kalau ada yang miskin dan susah, urus. Uang memang terbatas, tapi ada. Kita semua mesti malu dengan kejadian ini. Ini harus jadi pertobatan bersama dan harus menjadi yang terakhir,” katanya lagi.
Diketahui, korban berinisial YBS (10), siswa kelas IV SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada. Korban ditemukan meninggal dunia pada Kamis (29/1/2026) siang dalam kondisi tergantung di pohon cengkeh dekat pondok sederhana tempat tinggalnya bersama sang nenek.
Sebelum kejadian siswa SD Ngada bunuh diri, korban sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli buku dan pulpen. Namun permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi karena keterbatasan ekonomi keluarga.
Dalam olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan yang diduga ditulis korban untuk ibunya. Surat itu menggunakan bahasa daerah Ngada dan berisi pesan perpisahan.