Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Siswa SD di Ngada Bunuh Diri, Bupati Sebut Faktor Penyebab Sangat Kompleks
Advertisement . Scroll to see content

Gubernur NTT Murka Siswa SD Ngada Bunuh Diri: Malu Saya Ada Warga Meninggal karena Miskin

Rabu, 04 Februari 2026 - 20:49:00 WIB
Gubernur NTT Murka Siswa SD Ngada Bunuh Diri: Malu Saya Ada Warga Meninggal karena Miskin
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan kemarahan dan keprihatinan atas kasus siswa SD Ngada bunuh diri. (Foto: YouTube)
Advertisement . Scroll to see content

KUPANG, iNews.id – Kasus siswa SD bunuh diri di Kabupaten Ngada, memicu kemarahan dan rasa malu mendalam Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena. Dia menegaskan, meninggalnya seorang anak yang diduga nekat mengakhiri hidup karena tekanan kemiskinan tidak boleh dianggap sebagai peristiwa biasa.

Pernyataan keras itu disampaikan Gubernur NTT saat menghadiri peresmian Fakultas Kedokteran Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang, Rabu (4/2/2026).

“Jangan anggap ini biasa. Ada seorang anak di NTT mati hanya karena tidak bisa beli buku. Ini sangat mengusik hati,” ujar Melki dengan nada emosional dikutip Rabu (4/2/2026).

Gubernur mengaku terpukul dan malu setelah kasus kematian siswa SD yang menyedot perhatian nasional. Dia menyebut banyak menteri, pimpinan DPR, hingga tokoh nasional menghubunginya untuk mempertanyakan kondisi sosial di NTT.

“Malu. Ini warga negara Indonesia, orang NTT, mati hanya karena miskin. Ini yang terakhir jangan ada lagi,” katanya.

Menurut Melki, tragedi kematian siswa ini mencerminkan kegagalan sistemik berbagai pihak, tidak hanya pemerintah daerah, tetapi juga pranata sosial lainnya.

“Kalau sampai orang mati model begini, berarti pemerintahan gagal, provinsi gagal, kabupaten juga gagal. Peranata agama dan budaya juga gagal,” katanya.

Gubernur NTT juga menegur keras Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada karena dinilai lambat memberikan penjelasan terkait peristiwa tersebut. Respons pemerintah daerah yang tidak cepat membuatnya mengambil langkah sendiri.

“Saya WA kepala daerahnya, lama sekali respons. Akhirnya saya minta orang saya turun sendiri untuk cek. Jangan-jangan karena sudah biasa ada yang mati di sana, ini dianggap biasa. Padahal ini alarm besar bagi kita semua,” ucapnya.

Melki menilai kasus siswa SD Ngada bunuh diri merupakan kegagalan kolektif yang harus menjadi bahan introspeksi bersama.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut