Marcel juga membantah tudingan bahwa Ilma Sani disandera atau mendapat tekanan verbal di kantor DPP GRIB Jaya. Menurut dia, pertemuan berlangsung di ruang terbuka dan disaksikan banyak orang.
“Fakta lapangan, ketika berada di kantor DPP, anak Ahmad Bahar ditanyakan secara langsung di ruang publik/terbuka, disaksikan oleh banyak orang (termasuk tamu-tamu GRIB yang hadir), serta didampingi secara melekat oleh ketua RW-nya untuk memastikan keamanan yang bersangkutan,” ujar dia.
Dia menilai narasi trauma psikologis yang disampaikan pihak Ahmad Bahar merupakan upaya menggiring opini publik. Marcel justru menuding keluarga Hercules menjadi korban akibat konten digital yang dibuat Ahmad Bahar.
“Fakta serangan digital, konten kebencian yang diproduksi Ahmad Bahar tidak hanya menyerang figur Pak Hercules secara personal, tetapi sudah menyasar ranah domestik dengan melakukan doxing (penyebaran informasi pribadi secara ilegal) terhadap istri Pak Hercules,” ujarnya.
Menurut Marcel, dampak dari penyebaran informasi pribadi tersebut membuat istri Hercules mengalami trauma berat.