Giliran 3 Jenderal Adhi Makayasa AD Dimutasi Panglima TNI, ke Mana?

Zen Teguh Triwibowo
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memimpin acara laporan korps kenaikan pangkat. (dok. Puspen TNI)

Jenderal Tri Sakti Wiratama 

Selain menggeser sejumlah pati adhi makayasa, dalam daftar mutasi dan promosi jabatan kali ini Agus Subiyanto juga memindahkan tugas sejumlah jenderal berlabel Tri Sakti Wiratama. Mereka akan menempati posisi baru sebagai bagian dari dinamika organisasi.

Untuk diketahui, Adhi Makayasa atau dulu bernama garuda yaksa merupakan penghargaan bagi lulusan terbaik yaitu sosok yang secara seimbang mampu menunjukkan prestasi terbaik di tiga aspek yakni akademis, jasmani, dan kepribadian (mental), selama masa pendidikan akmil.

Sedangkan Tri Sakti Wiratama atau dulu dikenal sebagai Cartika Cendekia merupakan prestasi tertinggi gabungan mental, fisik, dan intelek, namun dihitung hanya di tahun tingkat akhir pendidikan. Umumnya, penerima Adhi Makayasa adalah mereka yang juga meraih Tri Sakti Wiratama. Namun ada kalanya gelar itu didapatkan oleh sosok berbeda.

Sebagai contoh penerima Adhi Makayasa-Tri Sakti Wiratama yaitu Jenderal TNI (Hor) (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan di angkatan 70, Jenderal TNI (Hor) (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono (1973), Jenderal TNI (Purn) Moeldoko (1981) dan Mayor Inf (Purn) Agus Harimurti Yudhoyono (2000).

Pada SK Panglima Nomor Kep/851/VII/2024, setidaknya dua jenderal penyandang Tri Sakti Wiratama dimutasi. Mereka yaitu Mayjen TNI Eko Susetyo, dari Tenaga Ahli Pengajar Bidang Geo Strat dan Tannas Lemhannas menjadi Danpussenkav. Eko merupakan peraih Tri Sakti Wiratama Akmil 1991.

Kemudian, Brigjen TNI Syaepul Mukti Ginanjar. Peraih Tri Sakti Wiratama Akmil 1994 B dari kecabangan artileri pertahanan udara ini dipindah dari Kapoksahli Pangdam XV/Pum menjadi Dirdik akmil.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Prabowo Bertemu Panglima dan Para Kepala Staf TNI, Dapat Kabar Baik Pembangunan di Papua

57 tahun lalu

2 Warga Sipil Terluka Kena Peluru Nyasar di Kampus UNP, TNI AD Turun Tangan

57 tahun lalu

TNI AD soal Film Pesta Babi: Kami Tak Antikritik tapi Kritik Harus sesuai Fakta Lapangan

57 tahun lalu

Prajurit Bantu Polisi Buru Begal, TNI AD: Operasi Militer Selain Perang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal