Ammar mengatakan, perubahan iklim menjadi tantangan serius. Gejala itu kini sudah dirasakan mereka yang kini dalam rentang usia 15 hingga 25 tahun dalam bentuk pemanasan global, cuaca ekstrem dan bencana hidrometrorologi.
"Banyak kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan. Prosesnya akan berjalan panjang dan membutuhkan perhatian agar manusia bisa keluar dari kesulitan itu. Sesuatu yang tak mudah karena perubahan iklim butuh penyelesian secara global," katanya.
Dia menambahkan, berbeda dengan negara-negara lain, pada 2045 mendatang, Indonesia akan berada dalam periode bonus demografi. Dengan demikian, program pendidikan dan kesehatan yang sesuai menjadi amat penting agar kualitas hidup meningkat dan bonus demografi memberi manfaat optimal bagi bangsa Indonesia.
Dalam periode yang terjadi dalam rentang tahun 2012-2041, populasi Indonesia didominasi kelompok warga usia produktif. Dengan demikian, terbuka peluang meraih pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Tentu mereka harus berada dalam kondisi sehat dan tingkat pendidikan baik sehingga mampu mengatasi tantangan yang ada.
"Periode bonus demografi sudah lama dibaca Mas Ganjar. Tak heran saat menjadi Gubernur Jateng, Mas Ganjar meluncurkan program SMK Gratis untuk menyiapkan generasi baru yang kompeten dan memiliki keahlian khusus," kata Ammar.