Dalam pernyataannya, Gardian Muhammad menegaskan penguatan dapur MBG dan efisiensi distribusi akan menjadi fokus organisasi agar layanan pangan bergizi dapat menjangkau masyarakat di wilayah terpencil secara lebih optimal.
“Fokus utama kami adalah memastikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis Wilayah Terpencil tidak hanya berjalan, tetapi juga berkelanjutan, tepat sasaran, dan mampu menjangkau masyarakat di wilayah paling sulit sekalipun. Penguatan Dapur MBG, peningkatan efisiensi distribusi, serta konsolidasi investor menjadi prioritas utama ke depan,” ujar Gardian.
Wilayah 3T Didorong Jadi Prioritas Program
APGI 3T mencatat hingga saat ini sekitar 1.200 investor telah berpartisipasi dalam Program MBG di wilayah terpencil. Organisasi tersebut menilai kolaborasi lintas sektor masih diperlukan untuk mendukung keberlanjutan program di daerah 3T.
Ke depan, APGI 3T akan memfokuskan langkah pada penguatan dapur MBG sebagai pusat distribusi pangan dan pemberdayaan lokal, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola dapur, hingga penguatan sistem monitoring berbasis data lapangan. Organisasi tersebut juga menekankan pentingnya sinergi pemerintah, investor dan pelaku lapangan agar pelaksanaan program berjalan lebih efektif di wilayah 3T.
APGI 3T menilai keberhasilan Program MBG tidak hanya ditentukan oleh skala program, tetapi juga ketepatan strategi dan keberlanjutan pelaksanaan di wilayah yang memiliki tantangan akses lebih besar. Karena itu, wilayah 3T dinilai perlu menjadi perhatian dalam penguatan sistem pangan dan gizi nasional.