Firli Bahuri: Orang Korupsi karena Ancaman Hukuman, Vonisnya Rendah

Raka Dwi Novianto
Tangkapan layar Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri.

JAKARTA, iNews.id - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengungkapkan beberapa alasan masih terjadinya praktik korupsi di Indonesia. Salah satunya karena ringannya hukuman yang didapatkan para koruptor usai melakukan tindak pidana korupsi.

"Orang melakukan korupsi karena ancaman hukumannya bahkan vonisnya rendah," ucapnya dalam webinar Nasional Pilkada Berintegritas 2020 di Jakarta, Selasa (20/10).

Selain hukuman yang rendah, menurut Firli, alasan masih adanya korupsi di Indonesia karena adanya keserakahan, kesempatan dan kebutuhan. Bahkan, korupsi juga dapat terjadi karena sistem yang tidak berjalan maksimal.

Maka dari itu, Firli mewanti-wanti calon kepala daerah agar dapat mencari kelemahan dengan tujuan untuk memperbaiki sistem yang ada di pemerintahan. "Silakan nanti para cakada dilihat-lihat, kira-kira sistem mana yang lemah, buruk dan gagal. Dikoreksi sehingga ketika duduk sebagai kepala daerah sudah tahu mau berbuat apa," katanya.

Tidak hanya itu, alasan masih adanya korupsi karena kurangnya integritas. Menurut Firli, dengan merujuk sebuah teori, korupsi terjadi karena adanya kekuasaan dan disertai kurangnya integritas. "Jadi selain perbaikan sistem juga perlu ada perbaikan integritas supaya tidak melakukan korupsi," ujarnya.

Editor : Djibril Muhammad
Artikel Terkait
Nasional
1 jam lalu

KPK Geledah Kantor dan Rumah Dinas Ketua PN Depok, Sita Uang 50.000 Dolar AS

Nasional
1 jam lalu

Jamdatun Batal Jadi Saksi Sidang Ekstradisi Paulus Tannos, Ini Respons KPK

Nasional
3 jam lalu

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025: Skor Turun ke 34, Peringkat 109

Nasional
4 jam lalu

Terungkap! Mulyono Kepala Kantor Pajak Banjarmasin Punya Jabatan di 12 Perusahaan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal