Lebih lanjut, dia mengingatkan sejarah panjang kontribusi tokoh-tokoh Tionghoa seperti Liem Koen Hian dan Oei Tiong Ham dalam perjuangan kemerdekaan dan ekonomi nasional. Dia juga memberikan penghormatan khusus kepada Presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang membuka jalan bagi pengakuan hari libur Imlek sebagai tonggak rekonsiliasi.
"Sebagai lembaga negara yang memiliki tugas memasangkan dan membumikan nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 45 Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika, MPR terus berkomitmen menjaga harmoni kebangsaan," ujarnya.
"MPR hadir dalam dinamika kebangsaan sebagai rumah besar dialog dalam umat merawat persatuan, menguatkan toleransi dan memastikan bahwa setiap anak bangsa tanpa menentu suku agama dan ras memiliki kedudukan setara di hadapan konstitusi," tambahnya.
Bambang Pacul datang bersama Wakil Ketua MPR lainnya, Rusdi Kirana. Selain itu, terlihat sejumlah menteri di Kabinet Merah Putih yang hadir dalam acara ini, seperti: Menko Infrastruktur dan Pembangunan kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP) Maruarar Sirait, hingga Ketua DPD Sultan B Najamudin.