Epidemiolog: Obat Covid-19 Temuan Unair Harus Diuji Klinis WHO

Ariedwi Satrio
Ilustrasi virus corona (Covid-19). (Foto: ist)

JAKARTA, iNews.id - Epidemiolog asal Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengomentari temuan obat yang diklaim bisa menyembuhkan pasien positif terinfeksi virus corona (Covid-19). Obat tersebut hasil racikan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Menurut Dicky, temuan obat tersebut wajib dilakukan uji klinis Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk bisa diproduksi dan didistribusikan ke masyarakat. Proses untuk memastikan obat buatan Unair layak dan ampuh untuk pasien corona cukup panjang.

"Ini kan pandemi dan kita bagian dari WHO. Itu sebabnya WHO mengadakan solidaritas uji klinis global untuk riset obat Covid," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (18/8/2020).

Obat yang dinyatakan terbukti mujarab dalam menyembuhkan pasien positif corona, kata Dicky, wajib dilengkapi bukti ilmiah. Temuan obat Unair yang diklaim ampuh untuk Covid-19 juga wajib melalui serangkaian proses ilmiah.

"Jadi ada tahapan uji klinis hampir mirip seperti vaksin. Uji lab sebagai awal, biasanya pada tahap sel. Kemudian uji klinis tahap 1 dan 2 pada skala kecil untuk memastikan keamanan dan efektifitas," tuturnya.

Editor : Djibril Muhammad
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jangan Panik! Ebola Tidak Gampang Menular seperti Covid-19

57 tahun lalu

KUR BRI Bantu Warung Asep Bangkit Lagi, Jadi Penyelamat saat Usaha Terpuruk

57 tahun lalu

Thailand Temukan Varian Baru Virus Corona, Berbahayakah?

57 tahun lalu

Puan Minta Pemerintah Tak Anggap Sepele Hantavirus, Jangan Sampai Terulang Seperti Covid-19

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal