Emrus Sihombing Bicara Efek Pantul Cermin Film Pesta Babi: Semakin Dilarang, Semakin Booming

Ari Sandita Murti
Pengamat politik Emrus Sihombing. (Foto: iNews)

"Sekarang kita lihat proyek sedang berjalan, apakah mereka berkomunikasi juga dengan masyarakat sekitar sampai mereka paham betul. Lalu, proyek itu berjalan terus dilakukan juga komunikasi," tutur dia.

Menurut dia, seharusnya komunikasi dilakukan dalam proses pembangunan Papua. Dia menyayangkian pembabatan hutan di kawasan tersebut dilakukan tanpa ada komunikasi dengan pihak terkait. 

Padahal, kayu-kayu hasil pembabatan hutan bisa menjadi penghasilan bagi masyarakat setempat.

"Jadi, dimulai dengan komunikasi, dilanjutkan dengan komunikasi, dan seterusnya dengan komunikasi. Ini yang tidak dilakukan, harmonisasi. Ini tidak dilakukan, langsung babat hutan. Salah satu pembabatan hutan saya lihat di film itu kayu-kayunya saja ditumpuk sedemikian rupa, padahal bisa komoditas lho itu," ucap dia.

"Andaikan kayu itu dibuat jadi suatu penghasilan bagi masyarakat setempat, kemudian bagaimana melibatkan masyarakat di dalam konteks pembangunan," imbuhnya.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Eks Kapuspen TNI Sebut Ternate Mayoritas Muslim: Pembubaran Nobar Pesta Babi demi Keamanan

57 tahun lalu

Ray Rangkuti: Film Pesta Babi Gambarkan Persoalan di Banyak Wilayah Indonesia

57 tahun lalu

Komite Eksekutif Otsus soal Film Pesta Babi: Kritik untuk Pembangunan Papua 

57 tahun lalu

Polemik Film Pesta Babi, Ray Rangkuti: Yang Haram Itu Dimakan Bukan Dibicarakan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal