Sementara hingga Mei 2026, BMKG mencatat hotspot masih relatif rendah, namun tren awal sudah mulai terbentuk. Sebaran titik panas menunjukkan pola yang konsisten.
Wilayah Sumatra dan Kalimantan menjadi area dengan konsentrasi hotspot tertinggi, terutama pada lahan gambut yang rentan terbakar.
"Pada tahun-tahun El Nino, sebaran ini meluas dan semakin padat. Kondisi 2026 hingga saat ini, mulai menunjukkan kemunculan titik-titik awal di wilayah yang sama. Hotspot mulai terpantau, ini sinyal awal yang tidak boleh diabaikan," papar BMKG.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi karhutla.
"Siap siaga dari sekarang, jangan membakar lahan, laporkan titik api, dan manfaatkan informasi cuaca dan iklim dalam praktik sehari-hari," imbaunya.