Kondisi tersebut membuat masyarakat di wilayah konflik berisiko mengalami berbagai gangguan psikologis, mulai dari stres berat, kecemasan, hingga trauma mendalam.
Situasi perang juga sering memaksa warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Namun, kehidupan di pengungsian dengan fasilitas terbatas juga menambah tekanan mental bagi para korban konflik.
Di sisi lain, Prof Yoga menjelaskan bahwa perang juga menimbulkan berbagai dampak kesehatan lainnya, seperti korban meninggal dan cedera, kerusakan rumah sakit, hingga terbatasnya tenaga medis dan fasilitas kesehatan.
Dampak-dampak tersebut, kata Prof Yoga, dapat dihentikan dengan perdamaian yang merupakan solusi terbaik untuk menjaga kesehatan masyarakat. Menurutnya, hal itu sejakan dengan pernyataan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menegaskan bahwa, 'the best medicine is peace' atau obat terbaik adalah perdamaian.