Ekonom Sebut Tudingan Utang Negara Naik akibat MBG Tak Tepat: Cara Berpikir Terlalu Dangkal

Tim iNews.id
Menu Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: iNews.id)

Menurut Ronny, realisasi utang tidak dapat dikaitkan hanya dengan satu program. Secara teknokratis, struktur APBN menggunakan mekanisme pooled financing, bukan project-based debt sebagaimana dipahami sebagian masyarakat. 

Karena itu, menurutnya, penyebutan utang naik akibat MBG merupakan penyederhanaan yang tidak presisi secara akademik.

“Kalau logika seperti itu dipakai, maka semua program negara, dari jalan tol sampai gaji ASN, bisa dituduh sebagai penyebab tunggal utang. Padahal, ekonomi negara bekerja jauh lebih kompleks daripada sekadar cocoklogi fiskal di media sosial,” ujarnya.

Ronny juga menekankan investasi pada gizi anak merupakan salah satu bentuk belanja negara yang produktif dalam teori pembangunan modern. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia menjadi fondasi utama produktivitas jangka panjang suatu negara.

Dia mengatakan, anak yang mengalami stunting, kekurangan protein, atau defisit nutrisi kronis berpotensi memiliki kapasitas kognitif dan produktivitas ekonomi yang lebih rendah saat dewasa.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
Nasional
2 hari lalu

Bakom: Penerima MBG Capai 61,9 Juta Orang, 74,8 Persen dari Target

Shorts
3 hari lalu

Haru! Siswa SD Sisihkan Daging MBG untuk Sang Ayah

Nasional
3 hari lalu

BGN Wajibkan SPPG Tambah Penerima MBG Ibu Hamil hingga Balita dalam 2 Minggu

Nasional
4 hari lalu

Heboh Kabar IPB Kelola Dapur SPPG untuk MBG, Ini Penjelasan Kampus

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal