Menurut akun @footysm di platform X, perayaan gelar Arsenal mencatatkan jumlah penonton langsung tertinggi untuk perayaan gelar juara dalam dua dekade terakhir.
Penyerahan trofi ini mengundang 7,3 juta penonton live di sejumlah platform dibandingkan dengan 3 juta penonton saat Liverpool merayakan gelar juara musim lalu. Di berbagai belahan dunia, mulai dari London sebagai markas Arsenal hingga Asia, Afrika, dan Amerika, ratusan ribu fans Arsenal turun ke jalan merayakan gelar juara.
Dalam ilmu komunikasi, fenomena ini bisa kita lihat sebagaimana yang disebut Elihu Katz, Jay G. Blumler, dan Michael Gurevitch sebagai Teori Uses and Gratifications (U&G). Menurut teori ini, pengguna media (termasuk media sosial) memainkan peran aktif untuk memilih dan menggunakan suatu media. Pengguna media berusaha mencari sumber informasi tepercaya untuk memenuhi kebutuhannya.
Intinya, pemilihan media oleh khalayak berdasarkan kepuasan, keinginan, kebutuhan, atau motif. Jadi ini tentang bagaimana orang menggunakan media untuk kebutuhan mereka sendiri dan merasa puas ketika kebutuhan mereka terpenuhi sesuai target. Dalam kasus ini, berbagai institusi baik pemerintah daerah, partai politik, lembaga sosial, maupun BUMN memanfaatkan tren dan algoritma kesuksesan Arsenal untuk mengirimkan pesan dan agenda mereka. Dengan demikian, lembaga atau organisasi tersebut memanfaatkan euforia Arsenal sesuai kepentingan dan strategi mereka.
Kunci Sukses: Percaya Proses
Keberhasilan Mikel Arteta mengantarkan Arsenal merebut gelar Premier League memang bukan semata kisah sukses sebuah tim di lapangan hijau. Ini adalah pelajaran dan penegasan kembali tentang proses sebuah kesuksesan dalam manajemen sebuah organisasi atau institusi. Tidak ada kesuksesan instan karena semua membutuhkan proses dan dipengaruhi berbagai faktor.