Efek Lapangan Hijau: Konstruksi Sosial-Politik di Balik Perayaan Juara Arsenal
Bahkan salah satu BUMN di bidang konstruksi, Hutama Karya, pun di platform IG menulis: "Ada yang akhirnya kembali mengangkat trofi setelah 22 tahun. Ada juga yang akhirnya menyambungkan konektivitas baru di Sumatera Utara," dengan poster salah satu pemain Arsenal, Declan Rice.
Di tingkat global, akun @Iran_Ghana menulis di platform X: “Arsenal finally won the Premier League after 22 years of patience and trusting the "Process." They clearly studied some country's playbook. An insider in the club says the country's name rhymes with "he ran", but they never ran. Instead, they built their own 'arsenal', trained their own 'gunners', and trusted their own 'process' for 47 years."
Bahkan akun resmi WhatsApp sampai harus mengubah identitas warna hijau khas WhatsApp menjadi merah, warna identik Arsenal. Salah satu aplikasi percakapan paling populer itu mengunggah, “We love you Arsenal, we do.”
Mengapa euforia gelar Arsenal menjadi magnet bagi berbagai institusi untuk dimanfaatkan sebagai momentum menyampaikan pesan-pesan mereka?
Efek Global Arsenal
Euforia selebrasi dan berbagai konten terkait kesuksesan Arsenal trending dan viral hingga lebih dari tiga hari di berbagai platform media sosial seperti X, TikTok, dan Instagram. Bahkan hingga partai terakhir EPL pada Minggu, 24 Mei, topik Arsenal tiada henti dibahas.