Pernyataan tersebut disampaikan untuk merespons kenaikan harga BBM nonsubsidi yang sebelumnya dipicu gejolak harga minyak dunia. Ia memproyeksikan performa perekonomian nasional pada kuartal kedua tahun 2026 akan bergerak ke arah yang jauh lebih sehat. Redanya tekanan luar negeri ini diharapkan mampu menstimulus laju pertumbuhan domestik secara lebih ekspansif.
"Kalau dilihat dari data yang sekarang, sepertinya kita sudah melewati masa ujian itu. Ke depan, tinggal memperbaiki fondasi yang sudah ada supaya dengan perbaikan yang ada, kita bisa tumbuh lebih optimal," imbuh Purbaya.
Ia menambahkan bahwa berbagai kebijakan tidak populer yang diambil pemerintah beberapa waktu lalu semata-mata bertindak sebagai jangkar pengaman darurat agar roda ekonomi nasional tidak terseret arus krisis global.
"Jadi keadaan memang bukan ideal, tetapi kita terpaksa mengambil tindakan untuk memitigasi dampak global supaya kita masih bisa bertahan dan alhamdulillah sampai sekarang masih bisa tumbuh baik kan," pungkas Purbaya.