Duh! 600.000 Penerima Bansos Keciduk Pakai Uang untuk Main Judol

Danandaya Arya Putra
Ilustrasi 600.000 penerima bansos keciduk ketahuan main judol. (Foto: Freepik)

Untuk itu, Yusril mengingatkan bahwa dampak sosial perjudian daring ini membuat seseorang mengakhiri hidupnya. Seperti kasus di Tangerang ketika seorang sopir truk yang nekat mengakhiri hidupnya karena kalah bermain judol. 

"Dampak sosialnya sangat besar ya, terjadi frustasi, terjadi penganiayaan, bunuh diri, pencurian, perampokan dan lain-lain akibat orang-orang kalah judi di tengah masyarakat kita ini dan judi online ini lebih dahsyat daripada judi konvensional," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana melaporkan bahwa perputaran dana Judol tahun 2025 menurun ketimbang tahun 2024. 

Berdasarkan catatan PPATK hingga triwulan IV 2025, perputaran uang judol telah mencapai Rp155 triliun.

"Kalau dilihat tahun lalu Rp359 triliun. Sekarang sampai tengah triwulan keempat, kita sudah berhasil menekan sampai Rp155 triliun. Jadi perputaran sekarang itu di angka 155 triliun," kata Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana di kantornya, Selasa (4/11/2025).

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Nasional
11 hari lalu

Miris! Perputaran Uang Judol Capai Rp286 Triliun selama 2025, Ada 12 Juta Pemain Aktif

Bisnis
11 hari lalu

Mahasiswa MNC University Dikukuhkan jadi Relawan Pajak DJP Kanwil Jakarta Barat

Nasional
12 hari lalu

Menko Yusril Buka Suara soal Penjual Es Kue Jadul yang Dituding Aparat Pakai Spons 

Nasional
14 hari lalu

Gibran Ajak Lulusan Perguruan Tinggi asal Papua Pulang, Janjikan Pekerjaan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal