Boroujerdi mengatakan, situasi serupa juga pernah terjadi dalam perang 12 hari yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat. Saat itu, menurutnya, rezim Israel mendorong eskalasi konflik hingga mengarah ke kawasan yang menjadi jalur penghubung utama antara Teluk Persia dan Laut Oman tersebut.
"Kali ini kapal-kapal Induk Amerika lah datang ke wilayah selat Hormuz dan menyerang integritas Iran, kesatuan Iran dan wilayah Republik Islam Iran," ujarnya.
Boroujerdi mengatakan, apabila AS dan Israel ingin menciptakan keamanan di kawasan tersebut, maka hal itu harus berlaku bagi semua negara. Dia menilai, keamanan di Selat Hormuz tidak boleh hanya menguntungkan satu pihak.
"Apabila mereka mengharapkan keamanan bagi selat hormuz dan wilayah di sana tentu keamanan dan kenyamanan ini harus berlaku untuk setiap negara yang berada di sana. Jika mereka ingin aman, kami pun sama," tuturnya.