Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan kejanggalan pada dokumen seorang penumpang yang menggunakan identitas George Anderson Mota Correia, warga negara Brasil. Setelah pendalaman, petugas menemukan bahwa identitas tersebut diduga palsu.
"Petugas kemudian melakukan pemeriksaan lanjutan dan menemukan pria tersebut bersembunyi di dalam toilet pesawat saat proses pemeriksaan berlangsung," ujarnya.
Dari hasil identifikasi, diketahui nama sebenarnya penumpang tersebut adalah Angelo Pandeli, warga negara Australia yang masuk dalam daftar pencarian internasional. Berdasarkan hasil pengecekan melalui jaringan kerja sama internasional, nama Angelo Pandeli terdeteksi dalam Interpol Blue Notice dengan tingkat kecocokan 100 persen.
"Selain mengamankan Angelo Pandeli, petugas juga menyita sejumlah barang bukti berupa telepon genggam, kartu identitas, kartu perbankan, paspor atas beberapa identitas berbeda, kartu SIM, serta uang tunai sebesar 600 dolar Amerika Serikat," ucapnya.
Menurut Eko, temuan sejumlah dokumen perjalanan dan identitas berbeda menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan yang saat ini masih terus dikembangkan oleh penyidik.