DPR Kebut Sahkan UU di Akhir Jabatan, Peneliti Formappi: Seperti Balapan Liar

Aditya Pratama
Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus (tiga dari kiri). (Foto: iNews.id/Aditya Pratama)

JAKARTA, iNews.id - Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus menyebut saat ini DPR balapan liar. Dia menyebut, balapan liar itu terkait disahkannya beberapa Undang-Undang (UU) di akhir jabatan, seperti revisi UU MD3, revisi UU KPK dan ditundanya pengesahan revisi KUHP.

Bahkan, dia menilai, apa yang dilakukan DPR saat ini seperti tidak memedulikan lagi apa yang menjadi keinginan rakyat.

"Biasanya balapan liar itu selalu tidak peduli dengan siapa pun yang ada di sekitarnya. Itu yang terjadi hari ini, kita menyaksikan proses politik yang ada di DPR terpisah dari masyarakat," ujar Lucius dalam forum diskusi di wilayah Ciputat, Banten, Minggu (22/9/2019).

Dari sisi kualitas DPR saat ini, Lucius mengungkapkan, DPR periode 2014-2019 yang terendah. Itu bisa dilihat dari produk UU yang disahkan DPR.

"Jumlahnya sangat sedikit dari (prolegnas) 189 (RUU) sampai saat ini baru 29 (RUU) yang disahkan. Ini juga sangat rendah dibandingkan dengan DPR sebelumnya (periode 2009-2014) hampir 70 RUU yang bisa disahkan dalam lima tahun," tuturnya.

Lucius malah mempertanyakan kerja keras anggota DPR di akhir masa jabatan dengan menyapu bersih semua revisi UU, yang faktanya di masuk dalam program legislasi nasional (prolegnas)

"Padahal dari sisi perencanaan legislasi, ada banyak hal yang harus diperhitungkan misalnya ketika menyetujui satu RUU dibahas bagai RUU prolegnas atau prioritas itu mesti ada pembicaraan di baleg antara pemerintah dan DPR, juga ada sosialisasi dan lain sebagainya yang harus dilalui," kata Lucius.

Editor : Djibril Muhammad
Artikel Terkait
Nasional
13 jam lalu

Guru Madrasah Mengadu ke DPR: Mengabdi 25 Tahun, Gaji Masih Rp300.000

Nasional
16 jam lalu

Ratusan Guru Madrasah Demo di Depan Gedung DPR, Tuntut Kesejahteraan dan Diangkat Jadi PPPK

Nasional
1 hari lalu

Pemerintah Dapat Hibah Kapal Patroli dari Jepang, Nilainya Rp205 Miliar

Nasional
2 hari lalu

Istana Pastikan Pemilihan Calon Pimpinan OJK Lewat Pansel, Belum Ada Nama yang Disiapkan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal