Sukidi mencotohkan demo berujung ricuh yang terjadi pada akhir Agustus 2025 lalu. Dia menilai unjuk rasa yang dilakukan sejumlah elemen masyarakat itu juga disebabkan keadilan ekonomi yang dinistakan.
"Misalnya pada prahara Agustus, what is exactly the crack of the problem? Saya melihatnya di balik prahara khusus itu masalahnya adalah keadilan ekonomi yang dinistakan," tutur dia.
"Dan itu berlangsung cukup lama ya dan terjadi pada mayoritas masyarakat Indonesia yang mereka semakin terimpit kehidupan ekonominya, terlilit pinjaman online dan mengalami apa yang disebut sebagai economic hardness ya, beban ekonomi yang begitu berat," ujar dia.