“Yang dilarang adalah kegiatan study tour. Dengan demonstrasi itu menunjukkan dengan jelas kegiatan study tour itu sebenarnya kegiatan piknik,” katanya.
Dia menambahkan, demonstrasi juga mendapat dukungan dari asosiasi Jeep wisata di Yogyakarta, yang biasa melayani wisatawan di kawasan Gunung Merapi.
Dalam keterangannya, Dedi mengatakan pihaknya tetap mendukung pertumbuhan sektor pariwisata. Namun, menurutnya, biaya study tour sering kali menjadi beban tambahan yang tidak relevan dengan kebutuhan pendidikan utama.
“Saya ingin mengefisiensi pendidikan dari beban biaya-biaya yang tidak terkait Panca Waluya,” ucapnya.
Dedi berharap industri pariwisata lebih fokus menyasar wisatawan lokal dan mancanegara yang memang memiliki tujuan murni rekreasi dan kemampuan finansial.