JAKARTA, iNews.id - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin mendesak polisi tidak melanjutkan atau menghentikan laporan kasus dugaan penistaan agama Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK). Menurutnya, melanjutkan polemik ini bisa memicu konflik antarumat beragama.
"Pesan saya kepada yang mempersoalkan ceramah Pak Jusuf Kalla di Masjid Kampus UGM agar jangan memelintir, saya menjadi saksi pertemuan Malino untuk adanya perdamaian. Kalau ini tidak dihentikan, apalagi jika kepolisian melanjutkannya, tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, ini sungguh akan menimbulkan konflik antarumat beragama," ujarnya usai bertemu JK, dikutip Jumat (24/4/2026).
Din telah bertemu JK bersama para tokoh lintas agama, termasuk agama Kristen. Mereka merupakan saksi sekaligus orang yang terlibat dalam perjanjian Malino untuk perdamaian atas konflik agama di Poso, Sulawesi dan Ambon, Maluku.
"Terakhir (perdamaian) ini tercederai dengan adanya pihak yang bersengaja memelintir pernyataan Pak Jusuf Kalla," katanya.
"Dan juga ada yang mengadukannya ke kepolisian, ini sungguh berbahaya sekali karena dapat menimbulkan luka lama dan juga menimbulkan konflik di antara umat beragama," katanya.