Puan menekankan, dunia perlu bersatu untuk menyelesaikan masalah global secara bersama. Oleh karena itu, Indonesia juga akan menekankan pentingnya kemitraan dan inklusivitas selama Presidensi G20.
“Indonesia tidak hanya akan memperhatikan kepentingan anggota G20 saja, namun juga kepentingan negara berkembang, di Asia, Afrika, Amerika Latin, termasuk negara-negara kepulauan kecil di Pasifik dan Karibia,” tegas Puan.
Untuk gelaran P20, Indonesia mengambil tema ‘Peran Parlemen dalam Mendorong Pertumbuhan yang Lebih Tinggi dan Masyarakat yang Sehat’. Puan menyebut, usulan agenda utama P20 di Indonesia adalah membahas pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau, kesehatan, pemberdayaan manusia dan peningkatan kapasitas.
“Kami akan meningkatkan kontribusi P20 dalam pemulihan pandemi dalam kerjasama G20. Hal ini akan membutuhkan sinergi parlemen sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendiskusikan agenda G20,” ucap mantan Menko PMK tersebut.
Di forum P20 di Italia, Puan secara resmi mengundang para pimpinan parlemen G20 untuk datang ke Indonesia dalam gelaran P20 tahun 2022. Cucu Proklamator RI Bung Karno itu juga sempat mengundang secara langsung sejumlah pimpinan parlemen negara G20.
“Kami sangat mengharapkan dukungan dari hadirin semua untuk kelancaran penyelengaraan Presidensi G20 Indonesia. Terima kasih dan sampai bertemu di Indonesia tahun depan,” tutup Puan.