Jokowi melihat teknologi telah menjadi master disrupsi. Perdagangan telah bergeser menjadi e-commerce. Dunia perbankan telah terdisrupsi oleh hadirnya fintech dan berbagai macam e-payment. Dunia kedokteran dan farmasi semakin terdisrupsi oleh healthtech. Profesional hukum juga mulai diguncang oleh rechtech dan dunia pendidikan telah terdistrupsi besar-besaran oleh edutech.
"Lembaga pendidikan tinggi mau tidak mau harus memperkuat posisinya sebagai edutech institution. Teknologi paling dasar adalah pembelajaran memanfaatkan teknologi digital, digital learning bukan hanya digunakan untuk memfasilitasi pengajaran oleh dosen internal kampus kepada mahasiswa. Yang juga sangat penting adalah memfasilitasi mahasiswa untuk belajar kepada siapapun juga, dimanapun juga, tentang apapun juga," terangnya.
Jokowi meminta agar rektor terus mengupdate perkembangan terkini dan ke depan kepada para mahasiswa. Menurut dia banyak pengetahuan dan keterampilan yang menjadi tidak relevan lagi, yang menjadi usang karena hadirnya disrupsi.
Namun disrupsi juga membawa banyak pengetahuan bar yang dikembangkan oleh lembaga peneliti dan praktisi yang mungkin saja belum sempat dibukukan dan di literaturkan.
"Banyak jenis pekerjaan yang hilang karena disrupsi, tetapi juga banyak pekerjaan baru yang bermunculan di masa kini dan masa yang akan datang karena disrupsi," katanya.