Dewan Pers Tekankan Peran Redaksi Tetap Utama di Tengah Penggunaan AI

Carlos Roy Fajarta
Diskusi peringatan Hari Pers Nasional 2024 'Konvensi Nasional Media Massa' dengan tema 'Pers, Demokrasi Digital, dan AI Beretika' (foto: MPI)

Teknologi AI, kata dia, hanya mendukung produk jurnalistik. Verifikasi tetap dilakukan redaksi. Dewan Pers menekankan harus ada disclaimer produk jurnalistik apakah menggunakan teknologi AI atau tidak dan apakah sudah ada proses verifikasi atau belum.

"Penerapan AI harus terukur, terencana, dan dapat dikendalikan oleh redaksi. Ini harus sesuai kode etik jurnalistik. kemajuan teknologi tidak dapat diabaikan begitu saja. Proses jurnalistik, judgement redaksi masih diperlukan," kata Yadi.

Sementara itu, Wakil Menteri Komunikasi dan Informasi, Nezar Patria menyebut, AI memang memiliki sebuah persoalan sendiri. Dunia jurnalistik pun ada di persimpangan jalan.

"News gathering yang mencari AI, semua ada di internet dan gadget kita. Chat GPT kecerdasan semakin lama semakin membaik. Kemampuan dalam membuat sebuah narasi atau berita lebih baik. Algaritma platform media sosial dapat mengambil audiens yang sangat targetif. Jurnalisme kita ada di persimpangan jalan dengan adanya kecerdasan buatan tersebut," kata Nezar.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pegadaian Pilih Skema Kolaborasi untuk Pengembangan AI, Masih Bayar Lisensi Meta

57 tahun lalu

AI Coach Jadi Tren Gaya Hidup Sehat Kaum Urban, Terbukti Efektif?

57 tahun lalu

Taiwan Dorong Revolusi Layanan Kesehatan Berbasis AI, Ini yang Dilakukan!

57 tahun lalu

Mengenal Teknologi SQD-Mini LED di TV Premium, Ini Keunggulannya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal